Bank Indonesia belum lama telah menerbitkan dan mengedarkan
desain uang baru 2017. Bahkan sebagian uang baru tersebut kini sudah beredar di
masyarakat.
Dari tindakan yang di lakukan oleh BI tentunya menuai
berbagai macam kritikan positif maupun negatif. Tapi tak masalah, karena sebagian
masyarakat kita memang demokratis.
Desain yang lebih simple dan menampilkan beberapa ciri khas
NKRI tak luput di selipkan oleh BI pada uang baru terkini, diantaranya
tarian adat dan destinasi wisata nan elok di Indonesia, serta adanya beberapa
tokoh pahlawan yang belum pernah di tampilkan pada uang lama, kini Beliau juga ikut nongol pada uang terbaru.
Untuk masalah kritikan tentunya para pembaca sudah bisa
menilai sendiri bagaimana keadaan uang baru tersebut,
Namun ada satu yang mengherankan masih ada orang yang
merasa paling pintar atau bagaimana, tapi itu hak pribadi masing-masing untuk
berkomentar. Entah saking telitiya, jiwa seni yang tinggi itu hak mereka.
Ada yang mengaitkan bahwa logo BI pada uang terkini di cetak
tidak full dan di katakan bahwa malah mirip logo “Arit dan Palu” atau lebih
kasarnya mirip dengan logo lambang PKI/KOMUNIS
Entah bagaimana pendapat ini kembali terulang seperti berita
yang pernah beredar pada tahun 2014an. Namun setidaknya kita sebagai Warga
Negara yang baik harusnya lebih cermat dalam memahami dan memilah suatu opini
berita yang kita dapatkan.
Memang logo BI pada uang terkini terlihat tidak full print,
namun jika kita terawang tentunya logo tersebut akan terlihat utuh, BI tidak
mungkin bermaksud menaruh atau menyengaja menyelipkan logo arit dan palu karena
tentunya mencetak uang itu tak semudah kita berkomentar.
Mengapa BI tidak menerapkan full print pada logonya? Karena
BI menggunakan sistem cetak RECTOVERSO, dan sistem ini sudah di terapkan sejak
lama, Untuk lebih jelasnya anda bisa langsung berkunjung pada Website Resmi Bank Indonesia.
Mengapa logo BI terlihat
tidak utuh? Karena logo BI pada uang lama tercetak dengan gambar yang kurang
jelas juga, atau gambar acak-acakan namun jika kita terawang terlihat utuh, nah
kemungkinan dengan sistem tersebut kurang sempurna dan masih saja dapat di palsukan,
maka dari itu, ada kemungkinan BI mengubah pola cetak pada logonya, tanpa ada
maksud menyisipkan logo arit maupun martil.Jangan sampai hanya karena uang baru ini muncul membuat kita menjadi Warga Negara yang konyol.;

Salam Bhineka Tunggal Ika.
No comments:
Post a Comment
Berkomentarlah Dengan Etika Yang Baik